Minggu, 03 Mei 2009

ADA APA DI TAHUN 2012

 Ilmuwan Amerika baru-baru ini memperingatkan bahwa pada tahun 2012 bumi
akan mengalami badai matahari dahsyat (Solar Blast), daya rusaknya akan
jauh lebih besar dari badai angin "Katrina", dan hampir semua manusia
di bumi tidak akan dapat melepaskan diri dari dampak bencananya.

Daniel Becker dari University of Colorado seorang ahli cuaca angkasa
menjelaskan, "Sekarang ini kita semakin dekat dengan kemungkinan
bencana ini. Jika manusia tidak dapat mempersiapkan diri dengan matang
terhadap bencana badai matahari yang akan menimpa ini. 

Badai matahari ini mungkin akan memutuskan pasokan listrik umat manusia, sinyal ponsel, bahkan termasuk sistem pasokan air.

Badai Matahari adalah peristiwa rutin. Pada pagi hari tanggal 1
September 1859, salah seorang astronom terkenal di Inggris Richard
Carrington tengah mengamati matahari. Dengan menggunakan alat filter,
dia mempelajari permukaan matahari melalui teleskopnya. Namun, dia
begitu terperanjat saat mengetahui ada kilatan cahaya terang keluar
dari permukaan matahari. Tanpa diketahuinya, pada hari itu telah
terjadi badai matahari yang diprediksikan dunia akan terulang kembali
pada 1 September 2012.

Melansir pemberitaan Daily Mail, Selasa (21/4/09) dikisahkan Carrington
mencatat titik cahaya terang yang merupakan awan plasma menuju ke bumi.
Sekitar 48 jam kemudian dampaknya mulai terasa luar biasa. Miliaran
aurora menyinari langit malam di bumi. Cahayanya sungguh kuat sehingga
membuat kita mampu membaca di tengah malam.

Sementara itu, di California, sekelompok pekerja tambang emas bangun
lebih awal dari biasanya akibat cahaya terang yang mereka sangka sudah
pagi hari. Padahal jam di saat itu menunjukkan pukul 2 dini hari.
Sejumlah operator telegraf menerima kejutan listrik tak beraturan
akibat arus listrik matahari menghantam jaringan telekomunikasi. Saat
itu dunia seakan-akan bermandikan listrik.

Menurut laporan "New Scientist", badai matahari atau solar storm adalah
siklus kegiatan peledakan dahsyat dari masa puncak kegiatan bintik
matahari (sunspot), biasanya setiap 11 tahun akan memasuki periode
aktivitas badai matahari.
 

Tidak ada komentar: